“Payah rek nilaiku anjlok. Banyak pelajaran disekolahku yang remidi.” Keluh Andi (nama samaran), seorang siswa yang aktif di organisasi sekolah (OSIS). Lain lagi dengan Alfa (juga nama samaran) yang mengaku tetap bertahan dengan nilai rapot rata-rata 8 walaupun menjadi salah satu pengurus OSIS.

Fenomena di atas selalu mewarnai siswa-siswa yang aktif di organisasi sekolah. Aktif di organisasi memang harus siap untuk tidak sukses secara akademis. Bagaimanapun, memiliki kegiatan di luar dari pembelajaran memang bukanlah hal yang mudah. Siswa bukan saja harus memiliki manajemen waktu yang baik, mereka juga harus menaruh perhatian lebih pada keseimbangan antara kegiatan berorganisasi dan jadwal/tugas pembelajaran. Bagaimana caranya?
Buat kamu siswa yang aktif berorganisasi namun ingin tetap menjaga agar prestasi tidak menurun seiring bertambahnya kesibukan, berikut langkah-langkah yang bisa diaplikasikan.
Tapi apakah haus begitu, tidak bisakah tetap aktif di organisasi tapi bias berprestasi di sekolah? Lantas apa kiat-kiat untuk meraihnya. Berikut tips yang bisa diambil :
1.     Cintailah dan tekunilah apa yang telah menjadi pilihan dan jadilah anggota organisasi yang memiliki loyalitas tinggi.
Harus disadari bahwa sekolah dan organisasi adalah dua dimensi yang berbeda, tetapi keduanya merupakan dua sisi yang saling mengisi. Organisasi bisa menjadi salah satu jalan untuk meraih sukses atau sebaliknya.
2.    Pahamilah urgensi waktu.
Miliki  strategi penggunaan waktu yang efektif dan efisien, karena organisasi jelas akan banyak menyita waktu belajar. Maka menghargai kunci utama. “mengerjakan saja apa yang bisa dikerjakan hari ini.” Tentu harus memiliki skala prioritas.
3.    Gunakan metode belajar yang tepat sesuai dengan pribadi kita..
Tentunya metoe belajar yang efektif dan efisien. Karena setiap individu memiliki metode yang berbeda-beda dalam belajar. Maka milikilah metode belajar sesuai dengan kemampuan diri.
4.    sumber daya yang ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Baik sumber daya lingkungan dan fasilitas yang tersedia (tentu yang sesuai dengan hak kita, bukan yang tidak syah lho !) teman-teman organisasi dapat dimintai bantuan untuk menyelesaikan permasalahan pelajaran, jadilah profil yang dapat diterima di semua kalangan dengan adaptasi yang baik.
5.    Milikilah motivasi, daya juang dan semangat yang tinggi.
Dalam menyelesaikan masalah tugas-tugas sekolah dan masalah organisasi dibutuhkan itu semua. Jadikan teman-teman organisasi, teman sekolah, guru atau orang tua untuk menjadi motivator dalam belajar.
6.    Jagalah kesehatan jasmani.
Aktivitas organisasi maupun belajar dapat menyebabkan kelelahan fisik. Banyaknya aktivitas organisasi dapat menyebabkan kesehatan kita terabaikan, maka jaga baik-baik kesehatan. Bukankah menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati sakit.
7.    Tanamkan rasa percaya diri dan selalu optimis akan keberhasilan
Jadilah diri anda sendiri dengan rasa percaya diri yang tinggi dan yakin bahwa kita mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lain. Optimis bahwa  usaha itu akan berhasil meskipun pada kenyataan kegagalan itu ada. Pastikan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
8.    Jernihkan jiwa dan berdoa
Ketenangan jiwa merupakan pondasi untuk bisa bekerja dalam bentuk apapun, tanpa jiwa yang tenang kita tak mungkin dapat berkonsentrasi dalam setiap pekerjaan. Diiringi dengan doa kepada penentu segalanya, ALLAH SWT. Insya Allah usaha kita akan berhasil. Kita berusaha dan biarkan Tuhan yang bekerja.
Tips ini bukan yangterbaik, karena semuanya berpulang kepada kita sendiri. Mau berhasil atau tidak.